Dimensi Terminologis
Kenyataan
bahwa penyembahan yang benar menjadi “barang langka” dapat disebabkan oleh
bebarapa faktor. Selain oleh derasnya arus perkembangan zaman dan meningkatnya
sikap egoisme, materialisme dan hedonisme, berkurangnya penyembahan pada masa
kini juga disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep Alkitab tentang
penyembahan itu sendiri. Penjelasan konsep penyembahan yang benar harus
didasarkan pada pengungkapan Kitab Suci, yang dapat dimulai dengan
memperhatikan istilah-istilah yang dipakai, baik dalam Perjanjian Lama maupun
dalam Perjanjian Baru.
Istilah-istilah Ibrani untuk "Penyembahan" dalam Perjanjian Lama (PL).
Sesungguhnya, banyak kata-kata Ibrani yang dapat menjelaskan pengertian
penyembahan, namun tidak memungkinkan untuk dibahas secara tuntas dalam buku
ini. Beberapa istilah yang dipakai untuk penyembahan dalam Perjanjian Lama
antara lain adalah:
1. Kata Ibrani utama untuk penyembahan adalah Shachah, yang berarti "sujud,"
"berlutut" (dalam stem Hithpael), seperti dalam Keluaran 4:31, "Berlututlah mereka dan sujud menyembah."
Ekspresi penyembahan ini merupakan gabungan antara sikap tubuh dan perendahan
diri di hadapan yang disembah. Pada umumnya sikap atau tindakan penyembahan ini
ditunjukkan kepada orang yang derajadnya lebih tinggi, kepada yang dianggap
Superior, kepada dewa-dewa dan kepada Allah.
Sesungguhnya kata Shakhah ini berasal dari akar kata kerja hawa yang artinya “merendahkan diri, menyembah.” Konsep dari kata
ini dimaksudkan sebagai tindakan penghormatan seperti dalam Nehemia 8:7 “Mereka
berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.”
Ekspresi sujud dan berlutut dengan muka sampai ke tanah merupakan tindakan yang
lazim untuk memberikan penghormatan atau penyembahan pada masa Perjanjian Lama,
juga merupakan tindakan yang lazim dalam dunia kuno sekeliling Israel. Tindakan
semacam ini sering dilakukan oleh bangsa Israel untuk menanggapi kehadiran
Allah (band. Kel 11:8 Yes 45:14, Yes 49:23).
Dalam Keluaran ada tiga kasus di mana mereka
sujud menyembah (Shachah) TUHAN
yaitu: ketika orang-orang mendengar bahwa TUHAN telah berfirman kepada Musa
(Kel 04:31), ketika mereka menerima instruksi untuk merayakan Paskah (Kel
12:27), dan ketika mereka melihat tiang awan (Kel 33:10). Dalam 2 Tawarikh
20:18 Yosafat dan seluruh rakyat"sujud menyembah di hadapan Tuhan,” ketika
mereka mendengar janji kemenangan-Nya.
2.
Kata Ibrani yang lain
adalah Qadad, yang berarti
“tersungkur.” Konsep dasarnya adalah seseorang yang menundukkan kepalanya, dan
bahkan sampai tersungkur, untuk memberikan penghormatan. Akar kata dari kata
ini menekankan pengabdian seseorang atau umat secara komunal atas pertolongan
di saat-saat yang genting, terutama ditujukan kepada Allah. Kekaguman dan hormat terdalam menggambarkan sikap
seseorang terhadap Allah, misalnya, ketika doa Eliezer secara ajaib dijawab
(Kej. 24:26), dan ketika Hizkia dan seluruh rakyat menguduskan kembali
Rumah Tuhan (2 Taw. 29:30). Israel bereaksi dengan cara ini ketika mereka
melihat tanda-tanda Harun (Kel 04:31) menerima pernyataan bahwa Allah telah
mengutus Musa untuk membebaskan mereka dari Mesir, dan ketika Paskah dimulai
(Kel 12:27). Selain diterjemahkan “tersungkur” dalam berbagai versi Alkitab,
kata ini juga diterjemahkan menyembah, bersujud, jatuh, beribadah, melayani,
dan melakukan pengorbanan. Konsep dasarnya adalah penghormatan dan pengabdian.
(bagian ............ 6)
Oleh: Hasrat P. Nazara, S.Th

Tidak ada komentar:
Posting Komentar